Kalau sudah lewat bulan Mei, sama dengan artinya kita perlu siap-siap untuk masuk ke musim kemarau dengan suhu udara yang lebih panas. Selain waspada sinar UV, terutama saat beraktivitas di luar ruangan, cuaca yang panas bisa merambat ke rumah. Suhu udara di rumah juga bisa jadi ikut panas dan kondisinya jadi kering. Alhasil, ini bisa menimbulkan suasana yang nggak nyaman. Terlebih di siang atau malam hari saat waktunya istirahat.
Tentunya, salah satu solusi praktis mengatasi kondisi ini dengan membeli alat pendingin untuk diletakkan di rumah. Ada kipas angin dan juga air cooler yang harganya lebih terjangkau. Yang paling ultimate tentu saja ada AC, tapi kamu perlu siap-siap keluar budget lebih banyak untuk barang elektronik yang satu ini!
Bagi kamu yang punya budget terbatas, kipas angin dan air cooler bisa jadi dua pilihan alternatif untuk membuat suasana rumah jadi lebih nyaman di tengah musim kemarau dan cuaca panas. Dibandingkan AC, kedua barang ini punya harga yang lebih bersahabat dan di bawah Rp 2 juta. Kipas angin bahkan jauh lebih murah di kisaran Rp 200 ribuan.
Tapi, di antara dua pilihan ini, kira-kira yang mana yang terbaik dan paling tepat untuk dipilih, ya? Supaya sesuai dengan kebutuhan dan kondisimu, ada 4 faktor yang sebaiknya kamu pertimbangkan sebelum memilih antara kipas angin atau air cooler, yaitu:
Perbedaan dari tingkat kesejukannya & kelembabannya
Dari segi mekanisme atau cara kerjanya, kipas angin punya fungsi yang lebih sederhana. Alat yang satu ini hanya bekerja dengan memutarkan udara di dalam ruangan tempatnya diletakkan. Alhasil, kalau kondisi ruangan cukup sempit dan tidak ada sirkulasi atau ventilasi yang memadai, kipas angin bisa jadi juga nggak akan bekerja maksimal dan udara yang dihasilkan tidak dingin.
Berbeda dengan air cooler yang fungsinya membuat udara di ruangan jadi sejuk dengan cara mengeluarkan angin dan uap air dengan sistem pendinginan evaporatif. Maka dari itulah, air cooler umumnya memiliki kotak untuk diisi air atau es batu. Nantinya, air dan es batu inilah yang menjadi “bahan bakar” utama air cooler untuk mendinginkan ruangan.
Kembali lagi pada kondisimu. Kalau di rumah nggak banyak ventilasi atau sirkulasi udara, maka air cooler bisa jadi pilihan tepat untuk mendinginkan ruangan dibanding kipas angin.
Perbedaan dari segi konsumsi daya listriknya
Karena mekanisme kerja yang berbeda, alhasil, kipas angin dan air cooler juga memiliki tingkat konsumsi daya listrik yang berbeda. Air cooler tentu perlu daya listrik yang lebih besar dibanding kipas angin. Tapi, jangan khawatir, konsumsi daya air cooler masih jauh di bawah AC.
Baik kipas angin maupun air cooler sebenarnya bisa jadi dua alat yang tepat kalau kamu punya kapasitas listrik yang terbatas di rumah. Beberapa tipe air cooler juga punya tingkat konsumsi daya yang lebih rendah dan bisa jadi pilihan terbaik untuk hemat listrik.
Di Bukalapak misalnya, di e-commerce yang menjual banyak variasi produk ini, kamu bisa menemukan berbagai tipe air cooler yang sesuai kebutuhan. Kalau mau yang low watt, salah satu pilihannya ada Denpoo Air Cooler AR-1108 dengan harga Rp 800 ribuan, yang kapasitas wattnya hanya sebesar 65 Watt. Masih banyak lagi tipe dan spesifikasi air cooler lainnya!
Bukalapak juga termasuk e-commerce yang menyediakan pilihan pembayaran Bukalapak paylater. Di mana kamu bisa mencicil air cooler, kipas angin, atau berbagai barang elektronik sesuai kebutuhan selama sudah punya akun paylater yang aktif.
Selain tersedia langsung di aplikasinya, Bukalapak juga bermitra dengan beberapa paylater ternama. Ada Kredivo, yang bisa cicilan 0% dengan tenor 1 – 3 bulan dan bisa kasih limit maksimal s.d Rp 50 juta. Kamu bisa download aplikasi Kredivo di Google Play Store atau App Store untuk melakukan pendaftaran sebelum bisa digunakan di Bukalapak.
Perbedaan dari segi perawatannya
Dari segi perawatan, kalau dibandingkan AC kipas angin dan air cooler tentu lebih mudah dirawat dan minim biaya. Kamu bisa membersihkan kedua alat ini secara mandiri di rumah dan mencuci beberapa spare partnya yang biasanya dikelilingi debu seiring dengan masa pemakaian. Tapi, untuk air cooler, perlu usaha ekstra untuk membersihkan dan mengganti kotak air dan es batunya supaya kerja air cooler bisa tetap terjaga dan maksimal.
Baik kipas angin atau air cooler, cocok jadi pilihan kalau kamu cari alat penyejuk udara yang nggak makan biaya banyak untuk perawatan dan bisa membantu berhemat!
Perbedaaan dari segi harganya
Kipas angin punya harga termurah berkisar dari Rp 200 ribuan. Sementara air cooler, biasanya berkisar minimal mulai dari Rp 500 ribu ke atas. Makin canggih spesifikasi air cooler dan makin hemat listrik, biasanya harganya akan lebih mahal atau ada di kisaran Rp 1 jutaan.
Kembali lagi pada kondisi budgetmu. Kalau punya budget lebih, air cooler bisa jadi pilihan supaya rumah jadi lebih sejuk. Tapi, kalau budgetnya minim, kamu bisa mempertimbangkan untuk membeli kipas angin atau kipas blower.